Welcome silakan Komen ya,,di Blog ku,,,smile for you,,
Senin, 21 Juni 2010
Minggu, 20 Juni 2010
Dengan kesederhanaan aku minikmati foto depan halaman rumahku yg sangat sederhana.
Pacet - Mojokerto,Jatim, (2009)
Liburan di Batu-Malang,Jatim (2009)
Lucu Dan Romantis
Dari penelitian diketahui, rasa humor yang baik (good sense of humor) ternyata penting bagi wanita saat memilih pasangan untuk roman. Seorang wanita bahkan bersedia mengabaikan kekurangan seorang pria bila pria tersebut sanggup membuat wanita tertawa.
"Hasil penelitian yang kami peroleh memperlihatkan bahwa humor bisa berpengaruh positif pada daya... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya tarik dan kemungkinan ini semakin besar saat pria menggunakan humor lalu terevaluasi oleh wanita," ungkap Eric Bressler, dari Westfield State College di Massachusetts, AS.
Dalam suatu uji coba, Bressler dan Sigal Balshine dari McMaster University di Ontario, Kanada, mengkaji apakah good sense of humor (GSOH) yang muncul di berbagai iklan jodoh benar-benar membuat iklan itu memiliki perbedaan dibanding iklan yang lain. Kepada sekelompok wanita, peneliti kemudian memperlihatkan foto dua pria yang sama menariknya berikut ringkasan otobiografi yang ditulis kedua pria tersebut. Bedanya, salah satu di antara kedua pria itu memiliki rasa humor dan yang satu lainnya tergolong serius.
Setelah keterangan pada foto itu diubah-ubah, dan kemudian kepada sekelompok pria juga diperlihatkan dua foto wanita dengan dua keterangan yang berbeda, kedua kelompok berjenis kelamin berbeda itu diminta menentukan mana yang akan mereka pilih sebagai pasangan roman.
Hasilnya, mereka yang digambarkan memiliki rasa humor lebih bisa diterima secara sosial, tetapi dianggap kurang bisa dipercaya, kurang jujur, dan kurang pintar. Umumnya pria tidak memilih orang yang lucu, tetapi ternyata perempuan menyukainya.
"Wanita memilih pria yang lucu sebagai pasangannya, bahkan meski mereka menilai pria lucu itu kurang jujur dan kurang pandai. Pria lucu tetap lebih disukai meski humor yang mereka perlihatkan sama sekali tidak sophisticated
sekitar sejam yang lalu
"Hasil penelitian yang kami peroleh memperlihatkan bahwa humor bisa berpengaruh positif pada daya... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya tarik dan kemungkinan ini semakin besar saat pria menggunakan humor lalu terevaluasi oleh wanita," ungkap Eric Bressler, dari Westfield State College di Massachusetts, AS.
Dalam suatu uji coba, Bressler dan Sigal Balshine dari McMaster University di Ontario, Kanada, mengkaji apakah good sense of humor (GSOH) yang muncul di berbagai iklan jodoh benar-benar membuat iklan itu memiliki perbedaan dibanding iklan yang lain. Kepada sekelompok wanita, peneliti kemudian memperlihatkan foto dua pria yang sama menariknya berikut ringkasan otobiografi yang ditulis kedua pria tersebut. Bedanya, salah satu di antara kedua pria itu memiliki rasa humor dan yang satu lainnya tergolong serius.
Setelah keterangan pada foto itu diubah-ubah, dan kemudian kepada sekelompok pria juga diperlihatkan dua foto wanita dengan dua keterangan yang berbeda, kedua kelompok berjenis kelamin berbeda itu diminta menentukan mana yang akan mereka pilih sebagai pasangan roman.
Hasilnya, mereka yang digambarkan memiliki rasa humor lebih bisa diterima secara sosial, tetapi dianggap kurang bisa dipercaya, kurang jujur, dan kurang pintar. Umumnya pria tidak memilih orang yang lucu, tetapi ternyata perempuan menyukainya.
"Wanita memilih pria yang lucu sebagai pasangannya, bahkan meski mereka menilai pria lucu itu kurang jujur dan kurang pandai. Pria lucu tetap lebih disukai meski humor yang mereka perlihatkan sama sekali tidak sophisticated
sekitar sejam yang lalu
Sabtu, 19 Juni 2010
Langganan:
Komentar (Atom)





Pemikiran lama menyebutkan kita tertawa hanya jika ada hal yang lucu. Plus, tidak semua orang terlahir humoris. Humoris atau tidak, itu ... Lihat Selengkapnyaditentukan oleh gen. Padahal, faktanya tidak demikian. Penelitian terbaru menunjukkan tertawa bisa dilatih dan dilakukan setiap hari. Ini adalah pendapat dari Lee Berk, ilmuwan dari Loma Linda University.
Lewat penelitiannya, Berk menyimpulkan bahwa tertawa yang tidak lepas atau yang sudah diantisipasi sebelumnya tetap memiliki manfaat sehat, yaitu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sebesar 26 persen.
Selain itu, tertawa juga dapat menurunkan kadar C-reactive protein. Ini adalah bagian protein yang menjadi salah satu tolok ukur risiko diabetes dan gangguan jantung seseorang. Semakin tinggi level C-reactive protein, semakin tinggi risiko jantung dan diabetes.
Karena itu, rajinlah tertawa meski tidak ada hal yang benar-benar lucu yang bisa menyebabkan kita terbahak-bahak. Tertawalah untuk hal-hal kecil atau untuk lelucon yang sudah pernah kita dengar sebelumnya.